Monday, 8 October 2012

PELAJAR PECANDU MIRAS DALAM MASALAH ILMU PENDIDIKAN


PELAJAR PECANDU MIRAS
DALAM MASALAH ILMU PENDIDIKAN

A.    Latar belakang masalah pendidikan
Masa remaja merupakan masa seseorang mencari jati dirinya, hal ini dikarenakan pada masa remaja keadaan psikologi seseorang dalam keadaan labil. Sehingga pada masa remaja rentan sekali terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan atau yang disebut dengan kenakalan remaja.  Hal ini dikarenakan pada masa remaja seseorang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan ingin mencoba sesuatu yang belum pernah ia rasakan.
Kenakalan remaja merupakan hal yang harus sangat diperhatikan karena berdampak pada masa depannya. Ketika seseorang telah melakukan suatu penyimpangan dan tindakan tersebut membuat perasaannya tenang, maka tindakan tersebut akan selalu dilakukan dan ingin mengulanginya kembali. Sedangkan, ketika sesorang melakukan tindakan tersebut tidak membuat perasaannya tenang, maka ia akan terus mencari hingga ia menemukan jati dirinya. Pada tahap ini seseorang akan memilih beberapa jalan untuk mencapai kepuasaan (rasa tenang) perasaannya, sehingga ketika salah melangkah maka penyimpangan yang dilakukannya semakin jauh dari nilai kebenaran (norma). Sehingga perhatian orangtua harus lebih ditingkatkan lagi, agar anak tersebut tidak menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan-penyimpangan, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Penyimpangan-penyimpangan yang sering dilakukan para remaja diantaranya merokok, memakai obat-obatan terlarang (Narkoba / Narkotika), meminum-minuman keras (Miras), tawuran, dan geng motor.
Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan-penyimpangan tersebut, diantaranya:
1.      Sosialisasi (lingkungan)
Sosialisasi merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologi dan karakteristik seseorang. Hal ini dikarenakan psikologi dan karakter seseorang dipengaruhi oleh lingkungann dalam kesehariannya (bergaul).
       a.       Keluarga
Perhatian orangtua dan keluarga merupakan hal yang sangat paling berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Ketika perhatian orangtua dan keluarganya tinggi, maka ia akan selalu berhati-hati dalam bertindak. Sehingga selalu dalam koridor yang benar. Sedangkan ketika ia tidak diperhatikan oleh  orangtua dan keluarganya, maka tidak ada yang melarang jika ia berbuat suatu penyimpangan. Hal ini terjadi karena kelalaian orangtua, seperti broken home, orangtua yang berlebihan terhadap pekerjaannya, tidak adanya interaksi yang baik antara orangtua dan anak, dan lain sebagainya.
      b.      Teman
Hal yang kedua yang berpengaruh terhadap kepribadian seseorang adalah teman. Kepribadian seseorang akan lebih mudah terpengaruh oleh ajakan teman-temannya. Berawal dari mencoba,  kemudian lama-kelamaan akan  menjadi kecanduan. Sehingga ketika seseorang bergaul dengan teman-teman yang suka merokok maka ia sedikit demi sedikit akan mencoba melakukannya.
c.       Masyarakat
Hal yang selanjutnya berpengaruh terhadap kepribadian seseorang adalah lingkungan masyarakat. Jika seorang remaja tinggal di daerah yang masyarakatnya pemabuk, penjudi dan sebagainya, maka ia akan tumbuh seperti lingkungannya, dikarenakan pergaulan yang salah.
2.      Kepercayaan / keimanan (Agama)
Rendahnya pengetahuan agama dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat seseorang melakukan tindakan – tindakan penyimpangan baik norma maupun hukum agama. Ketika seseorang memiliki pengetahuan agama yang cukup luas, maka sangat kecil sekali atau tidak sama sekali melakukan penyimpangan-penyimpangan norma dan hukum agama. Sehingga deapat disimpulkan pengetahuan agama yang dimiliki seseorang mempengaruhi kepribadian seseorang.
3.      Pendidikan dan pengetahuan
Sempitnya cara berpikir seseorang dalam melakukan tindakan terkadang menyimpang dari norma – norma yang berlaku, hal ini dikarenakan pendidikan yang rendah dan pengetahuan yang kurang. Sedangkan bagi mereka (orang berpendidikan dan pengetahuan yang luas) yang mengetahui akibat dari tindakan yang akan dilakukan, maka ia akan menjauhinya.
4.      Media
Saat ini media cetak maupun media elektronik sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Hal ini karena ketergantungan terhadap media dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, remaja yang sering menonton film-film produksi luar negeri yang memperbolehkan miras dalam pemerintahan, maka ia akan terpengaruh untuk mencoba melakukan tindakan tersebut.

Dalam penjelasan masalah pendidikan secara umum tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa para pelajar pecandu miras dikarenakan beberapa faktor, yaitu:
1.      Sosialisasi dalam lingkungan keluarga, teman dan masyarakat,
2.      Pengetahuan Agama (Keimanan),
3.      Pendidikan dan Pengetahuan, dan
4.      Media (massa dan elektronik)
B.     Pokok Masalah
Dalam era modern saat ini, kemajuan IPTEK tidak terbendung lagi. Segala akses informasi dapat dengan mudah didapat, baik melalui media massa maupun media elektonik. Tidak heran lagi jika banyak para remaja khususnya para pelajar yang melakukan penyimpangan-penyimpangan atau kenakalan remaja seperti meminum-minuman keras (Miras). Pergaulan yang semakin bebas karena kurangnya perhatian orang tua menyebabkan para pelajar melakukan tindakan – tindakan tersebut yang menjerumuskan ke dalam prilaku negatif dan tentunya sangat berpengaruh dalam pendidikan dan masa depannya.
Sebagian para pelajar yang telah menjadi pecandu  miras, akan terus mencoba dengan kadar alkohol yang semakin tinggi atau meminum lebih banyak lagi. Ketika ia tidak melakukan hal tersebut, maka perasaannya tidak akan tenang hingga ia kembali melakukannya, sehingga rasa kecanduan ini akan semakin bertambah.
C.    Pengaruh Masalah
Para pelajar yang telah menjadi pecandu miras akan menimbulkan dampak – dampak buruk bagi dirinya, pendidikannya, masa depannya, keluarganya dan lingkungannya. Berikut beberapa dampak negatif dalam beberapa aspek dalam kehidupannya.
a.       Kepribadian
Kepribadian seseorang pecandu dan bukan pecandu miras akan berbeda. Bagi para pecandu, ia akan merasa tenang jika telah meminum miras sehingga dituntut untuk melakukan tindakannn tersebut.apa pun ia akan lakukan untuk menenangkan perasaannya, sehingga ia akan melakukan pencurian jika terpaksa agar terpenuhi keinginannya. Hal ini akan lebih prihatin lagi bagi para pelajar pecandu miras, karena ia dapat melakukan pemalakan, berkelahi hingga tawuran.
b.      Pendidikan
Dalam pendidikan, bagi para pelajar pecandu miras akan mengganggu konsentrasinya atau sulit memahami pelajaran di kelas, sehingga ia akan tertinggal dari teman-temannya. Bahkan ia akan merasa malas belajar, melawan guru,  tidak menghargai guru sehingga akan membuat prestasinya menurun.
c.       Sosialisasi
          ·         Keluarga
Para pelajar pecandu miras akan mempengaruhi komunikasi dengan anggota keluarganya, sehingga hubungan bisa menjadi tidak harmonis. Selain itu, mereka (dalam keadaan mabuk) akan berani melawan orangtua jika ia dimarahi oleh orangtua dan lain sebagainya.
         ·         Masyarakat
Masyarakat sekitar akan memandang sebelah mata jika mengetahui pelajar pecandu miras, sehingga komunikasi dengan masyarakat akan terganggu. Selain itu, secara tidak langsung mencemarkan nama baik orangtua.  
d.      Kesehatan
Bagi para pecandu miras sangat berpengaruh pada kesehatannya. Semakin tinggi kadar alkohol dan banyaknya miras, maka semakin merusak tubuhnya. Dampak dari miras diantaranya daya ingat berkurang, kerusakan hati, ginjal dan lain sebagainya.

Dari penjelasan tersebut kita dapat menyimpulkan, bahwa melakukan tindakan-tindakan menyimpang khususnya miras tidak ada manfaatnya bagi diri kita, bahkan hanya menimbulkan dampak negatif bagi diri kita.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment